Oh, betapa
beruntungnya diriku. Tapi mengapa saat itu aku tidak
menyadari akan Kemurahan Sang Pencipta, betapa aku
ini begitu bodoh, hanya nafsu yang ada dalam diri
ini. Nafsu untuk menaklukan sang alam. Ya, Allah semoga
kau mengampuni ke-khilafanku saat itu.
Semoga apa yang telah sang alam ajarkan pada diri
ini menjadi bekal untuk melakukan sepenggal perjalanan
yang lain yang menanti ku di masa depan. Amin.
* Diary 'hijjau *
=================================================================
GUNUNG SALAK I VS BUAH SALAK
"10 menit lagi!," kata Sang Pemandu.
"10 menit lagi," ulangnya. "Ini Pos
6, Puncak adalah Pos 7. Ayo 10 menit lagi, 1 pos lagi."
Gemerlap sesaat di hati salah seorang gadis yang berjalan
terseok-seok di belakanganya. Seperti kembang api
di langit malam, disulut dengan cepat, berpendar membelah
udara, lalu padam dan kembali pekat. Pendaran itu
pergi secepat datangnya. Seperti itulah efek dari
kata penghiburan tersebut, melintas sejenak di benak,
kemudian padam digilas realitas logika
"10 menit dari Hongkong??!,"
namun teriakan itu tidak pernah keluar dari mulut
si gadis, hanya tertahan di ujung lidahnya, tabah
dengan keyakinan bahwa semua jalan pasti berujung.
Carrier kembali dipasang, otot-otot dipaksa meregang,
selangkah demi selangkah mereka kembali menyusuri
jalan, yang sudah diketahui bahwa 10 menit tersebut
adalah mengacu pada 10 menit Waktu Indonesia Bagian
Hongkong, alias omong kosong.
selengkapnya........