|
|
||||
Taman Nasional Bentuang Karimun
Ditunjuk sebagaitaman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun 1995 dengan luas ± 800.000 hektar. Secara administratif pemerintahan berada pada Kecamatan Putussibau dan Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. |
|
Flora dan Fauna
Tumbuhan
Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan. Tumbuhan tersebut hidup pada beberapa tipe ekosistem. Pada tipe ekosistem Hutan Daratan Rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata), Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp), Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). Tipe vegetasi Daratan
sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae
seperti Meranti (Shorea sp), Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops
sp). Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp), Medang (Litsea sp), Bintangor
(Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). Satwa |
![]() |
Kawasan Taman Nasional Bentuang Karimun terletak di Kabupaten Kapuas Hulu Proppinsi Kalimantan Barat. Secara administratif berada di Kecamatan Putussibau dan Kecamatan Embaloh Hulu. Penetapan sebagai kawasan Taman Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 467/Kpts-II/1995, dengan letak geografis antara 0° 33’ - 1° 33’ LU dan 112° 10’ - 114° 20’ BT.
Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat pada tahun 1996/1997, mulai mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan Taman Nasional melalui Proyek Pengembangan Kawasan Konservasi Kalimantan Barat. |
Cara mencapai
lokasi :
Dari Pontianak ke Putussibau melalui jalan darat (± 11 jam) atau dengan
pesawat udara (± 2,5 jam). Dari Putussibau menyelusuri S. Kapuas, S.
Sibau dan S. Menyakan selama ± 8 jam dengan semi long boat atau dari
Putussibau menyelusuri S. Kapuas dan S. Embaloh Hulu selama ± 3 jam dengan
speed boat, kemudian dilanjutkan dengan klotok menuju Embaloh Hulu (Desa Benua
Martinus) selama ± 2 hari.
Potensi Kawasan
:
Sebagian besar keadaan topografinya berbukit-bukit yang merupakan bentangan
Pegunungan Muller yang menghubungkan Betung dan Kerihun (bentuang Karimun) dan
sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak Malaysia. Pada bulan
September 1997 dilaksanakan ekspedisi bersama antara Indonesia - Malaysia (selama
6 minggu).
Dari kaki-kaki Pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk
DAS besar seperti DAS Kapuas, DAS Sibau, DAS Mendalam, DAS Bungan dan DAS Embaloh.
Jalan satu-satunya untuk menuju kawasan TN Bentuang Karimun hanya melalui sungai-sungai
tersebut.
Merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai
keanekaragaman jenis tumbuhan antara lain dari famili Dipterocarpaceae, Jelutung
(Dyera costulata), Pulai (Alstonia scholaris), Belian (Eusideroxylon zwageri),
Pelawan (Tristania sp), Cemara gunung, Pandan dan Gaharu (Aqularia malacensis).
Sedangkan fauna yang ada di TN Bentuang Karimun antara lain Rusa (Cervus unicolor),
Orangutan (Pongo pygmaeus), Kelempiau (Hylobates moloch), Kera ekor panjang
(Macaca fascicularis) dan jenis burung yang paling menonjol yaitu Burung Enggang
(Bucerotidae sp.), Enggang gading yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat.
Kegiatan yang ditawarkan :
Fasilitas yang
tersedia :
Pos jaga, klotok.
Informasi lainnya :
Kawasan Taman Nasional Bentuang
Karimun
Assesibilitas
Potensi Wisata
Keanekaragaman Sumber Daya Alam
Perlengkapan
Rencanan Kegiatan
Sosial Ekonomi dan Budaya masyarakat
Sumber Informasi
Alamat : Jl. Abdurrahman Saleh No. 33
Pontianak, Kalimantan Barat
Telp. (0561) 34613
Hakcipta hijjau@pendakierror.com 2004